Kristen dan sejarah lama (2)
Muhammad nuh
Oleh: Dr. Zainab Abdul Aziz
Flavius Joseph (37-100 M)
Dia dilahirkan di 73 M. dalam
keluarga Yahudi yang kaya dan
ditunjuk sebagai Gubernur di wiayah
yang sekarang dikenal dengan nama
Galilea pada awal Revolusi 66. Ia
memimpin perang melawan Roma,
dan ditangkap oleh Flavius
Vespasian. Untuk menyelamatkan
hidupnya, ia berbelok untuk bekerja
bagi kepentingan Roma dan menjadi
intelijen mereka untuk mengamati
perang yang sedang berlangsung.
Hal ini membantunya untuk
mendapatkan kewarganegaraan
Roma, dan dengan ini dia tetap
menjadi salah satu sejarawan yang
paling penting di masa itu.
Dengan jumlah yang begitu besat
orang-orang Yahudi lama yang
menceritakan peristiwa masa
Kejadian hingga ke waktu perang
antara Romawi dan Yahudi (66 M),
kami hanya menemukan paragraf
kecil yang mengatakan, ‘Sekarang,
Yesus telah muncul, manusia yang
bijaksana, jika memang dibenarkan
untuk memanggilnya manusia,
karena dia adalah seorang yang
melakukan pekerjaan-pekerjaan
yang mulia, guru bagi banyak orang,
sebagaimana ia menerima
kebenaran dengan senang hati. Dia
memikat banyak orang, baik orang-
orang Yahudi atau orang-orang
Gentiles. Dia adalah Kristus. Dan
ketika Pilatus, sesuai usulan dari
tetua di antara kami, mengutuknya
ke salib, maka orang-orang yang
mencintainya sejak awal tidak
meninggalkannya, sebab ia akan
muncul kepada mereka dalam
keadaan hidup kembali pada hari
yang ketiga, sebagaimana yang
diramalkan oleh para utusan. Dan
umat Kristen, yang nama mereka
diambil dari namanya, tidak punah
pada hari itu.’
Namun dipastikan para ilmuwan
menyepakati suatu fakta bahwa ini
hanyalah sebuah tambahan distorsif
yang kemudian disisipkan, karena ia
tidak terdapat pada naskah terkuno
buku ‘The Antiquities of Jews ‘
karya Aourgeen di awal abad ketiga,
di mana dia yakin bahwa Joseph
menolak untuk percaya kepada
Yesus. Diketahui dengan baik bahwa
dia sangat setia kepada Yudaisme,
dan ini terlihat jelas dalam
autobiografi dan buku yang ditulis
Apion.
Imam Gelieh, yang juga pustakawan
Santo Genfeif dan penerjemah
karya-karyanya (1756), mengatakan
kontradiksi dan distorsi tersebut
sangat gamblang. Saya harus
mengakui bahwa tulisan-tulisan
tersebut diubah dan dimodifikasi
sehingga sebagiannya kontradiksi
dengan sebagian yang lain.
Roger Peytrignet mengafirmasi
bahwa umat Kristen lebih dahulu
mendapati karya-karyanya setelah ia
bergabung dengan Roma dan
mereka mendistorsinya sesuai
dengan kemauan mereka (Jesus-
Myth or Historical person, hlm. 29)
Alfarek dan Koushou dalam bukunya
‘ The problem of Jesus and the
origin of Christianity ‘ menegaskan
kemustahilan bahwa Joseph
menulis paragraf di atas karena jika
dia berkata demikian, maka dia pasti
telah menjadi orang Kristen, tetapi
diketahui bahwa dia adalah Yahudi
Persia dan itu sudah jelas.
Ada konsensus dari para penulis
bahwa tambahan-tambahan ini
secara sengaja disisipkan dan,
paragraf ini tidak selaras dengan
seluruh konteks yang berbicara
tentang penderitaan-penderitaan
yang dialami masyarakat selama
rezim Pelate. Jika paragraf ini
dihapus, maka aliran pembicaraan
akan menjadi serasi.
Andre Vautier, dalam bukunya yang
Mitos Yesus, mengatakan bahwa
Josephus menulis jumlah
terjemahan tentang perang orang-
orang Yahudi, baik terjemahan
dalam bahasa Aramaik atau
translation. Tanggal terjemahan
Yunani kembali ke 79 M. dan tidak
mempunyai referensi dalam bagian
pertama dan juga dari bagian no.
300 hingga no. 700. Konteks
mengalir dengan begitu lancar dan
harmonis, dan dengan kata-kata
yang begitu sempurna. Sedangkan
bagian yang kedua yang berkaitan
dan menceritakan peristiwa yang
bertepatan dengan masa di mana
Yesus hidup berisi ungkapan-
ungkapan yang sangat buruk.
Bahkan isinya tidak konsisten dan
tidak harmonis. Ini merupakan bukti
yang pasti bahwa bagian ini telah
tercemah oleh tulisan-tulisan orang
Kristen.
Katanya, kita seharusnya tidak lupa
bahwa para imam pada waktu itu
adalah orang yang bisa membaca
dan menulis dan bahwa bagian-
bagian yang berbicara tentang
Yesus dan Yohanes sang pembaptis
itu telah diedit dari salinan yang
dibuat dari bahasa Yunani.
Jadi, Andre Vautier menyatakan
secara tegas bahwa buku The war of
the Jews dan bagian ke-18 dalam
buku Ancient Antiquities of the Jews
yang mencatat peristiwa abad
pertama masehi termasuk bukti yang
tak diragukan lagi dan jelas
mengenai perubahan dan sisipan,
dan mengenai halaman yang
disispkan dan yang dihapus.
Pada bab ketiga dalam bukunya,
Andre Vautier mengatakan bahwa
kata pengantar buku The Jews wars
was against the Romans berisi out-
line Artikel buku. Sekarang buku,
jika kita menelitinya, mengalami
penyimpangan secara massif dari
rezim Augustus hingga tahun 12
rezim Neiron. Misalnya, ada masa
enam puluh tahun hilang, dan itu
adalah periode aktivitas Yesus dan
Johanes sang pembaptis.
Benar-benar jelas bagi pembaca
bahwa seorang laki-laki yang begitu
berhati-hati dan teliti seperti
Josephus tidak bisa diam terhadap
jeda sejarah manusia ini, padahal ia
merupakan periode yang mencakup
berbagai peristiwa konsekuensial
historis. Sarjana yang jujur pasti
akan mencaci gereja yang sejak
awalnya itu didasarkan pada
kebijakan kecurangan, sabotase,
interpolasi dan distorsi.
Jadi Loegy Katxhyoly mengatakan:
Gereja telah mengubah banyak
paragraf dalam karya-karya
Josephus, dan menskenario
pembakaran Roma kebakaran di
masa Neiron, hanya untuk
menciptakan orang-orang yang rela
berkorban demi Essense dan
Kristen. Cukup bagi kami untuk
merujuk kepada banyak distorsi
yang dibuat Eusebius untuk
bergeluar dengan keanehan dari
sumber sejarah Kristen dalam Kitab
Suci, yang telah dicemari oleh para
sejarahwan sebagai penipu.
Guy Fau juga mengatakan dalam
bukunya yang The Myth of Jesus
bahwa paragraf tentang Yesus
pertama kali muncul di abad
keempat dalam karya Euseus, dan ia
belum ditemukan namun dalam
buku The Hebrew Antiquities in the
Age of Aourgene (185-254).
Copyright © 2012 eramuslim.com
Media Islam Rujukan
Komentar
Posting Komentar