Bukti ilmiah"bulan terbelah"
Bukti Ilmiah “Bulan
Terbelah” dari Manuskrip
Kuno, Raja India, dan
Ilmuwan NASA
Oleh Kairul Amri
Terdapat bayak Mukjizat-mukjizat
yang diingkari oleh kaum musyrik
disebabkan kedengkian mereka
terhadap islam, Di antaranya adalah
Mukjizat Peristiwa terbelahnya Bulan
yang disebutkan dalam Al-Quran di
Zaman Rasulullah Saw atau 14
Abad yang lalu:
ﺍﻗْﺘَﺮَﺑَﺖِ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔُ ﻭَﺍﻧْﺸَﻖَّ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮُ * ﻭَﺇِﻥْ ﻳَﺮَﻭْﺍ
ﺁَﻳَﺔً ﻳُﻌْﺮِﺿُﻮﺍ ﻭَﻳَﻘُﻮﻟُﻮﺍ ﺳِﺤْﺮٌ ﻣُﺴْﺘَﻤِﺮٌّ *
ﻭَﻛَﺬَّﺑُﻮﺍ ﻭَﺍﺗَّﺒَﻌُﻮﺍ ﺃَﻫْﻮَﺍﺀَﻫُﻢْ ﻭَﻛُﻞُّ ﺃَﻣْﺮٍ ﻣُﺴْﺘَﻘِﺮٌّ
“Telah dekat datangnya Hari Kiamat
dan Bulan telah terbelah * Dan jika
mereka (orang-orang musyrikin)
melihat suatu tanda (mukjizat),
mereka berpaling dan berkata: “(Ini
adalah) sihir yang terus menerus” *
Dan mereka mendutakan (Nabi) dan
mengikuti hawa nafsu mereka,
sedang tiap-tiap urusan telah ada
ketetapannya” [ ﺍﻟﻘﻤﺮ : 3-1 ]
ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﻗَﺎﻝَ ﺍﻧْﺸَﻖَّ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﻬْﺪِ
ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑِﺸِﻘَّﺘَﻴْﻦِ
ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ”
ﺍﺷْﻬَﺪُﻭﺍ ”
“Dari Abdullah Berkata bahwa Bulan
terbelah menjadi dua bagian di
zaman Rasulullah, kemudian
Rasulullah Saw bersabda:
“Saksikanlah” (HR. Muslim: 7249)
Dalam diriwayat lain dijelaskan
bahwa Ketika kaum Kafir Makkah
meminta Rasulullah untuk
memperlihatkan tanda-tanda
kebesaran Allah serta menguji
kebenaran Risalah baginda
Rasulullah dengan memintanya
Membelah Bulan, maka Allah Swt
mengabulkan Doa beliau hingga
pada malam hari tampaklah bulan
terbelah menjadi Dua bagian, di
mana bagian lainnya berada di sisi
Gunung Safa dan bagian lainya di
sisi Gunung Qaikaan dan terlihat di
antaranya bukit Hira , tapi mereka
Kafir Makkah malah mengingkari
Mukjizat tersebut dan berkata:
“Muhammad telah Menyihir Kita”,
kemudian sebagiannya berkata: “
jika benar kita tersihir dia tidak akan
bisa menyihir semua manusia Maka
tunggulah sampai datang berita dari
Orang-orang yang melakukan
perjalanan jauh, ketika mereka (para
Musafir) tiba mereka pun
mengatakan bahwa mereka
menyaksikan hal yang serupa.
Tetapi Kaum Kafir Makkah tetap
mengingkari Mukjizat tersebut dan
berkata : “…(Ini adalah) sihir yang
terus menerus”.
Beranjak Dari berbagai Riwayat yang
serupa, kita dapat meyimpulkan
bahwa kejadian itu tidak hanya
disaksikan oleh kaum Kafir Makkah
saja tetapi Manusia yang berada di
tempat selain Makkah pun pada
waktu itu dapat menyaksikan
peristiwa itu seperti yang dilakukan
oleh Abu Jahal bahwa dia pernah
menunggu para pedagang yang
berdatangan dari berbagai Negeri
jauh (seperti Syam) untuk
menanyakan Peristiwa tersebut,
maka mereka juga menyaksikan hal
tersebut.
Bagaimana Islam masuk ke India ?
Masjid Malik Cheraman
Terdapat sebuah wawancara dengan
Raja Valiyathampuram (87 tahun)
dari Kodungallur di Central Kerala,
beliau adalah keturunan dari Raja
Cheraman Perumal (India pertama
yang memeluk Islam pada awal
abad ke-7), jika berbicara
dengannya seakan berbicara
mengenai sejarah, Dalam
wawancaranya bersama AU Asif
(Pewawancara) tersebut beliau
sempat ditanya: apakah benar Islam
masuk ke india melalui Mukjizat
pembelahan Bulan yang dilakukan
Oleh Nabi Muhammad atau islam
masuk ke india tidak dengan
Pedang ?
Beliau menanggapi pertanyaan itu
dengan menjelaskan bahwa: awal
masuknya Islam ke India
disebabkan peristiwa Bulan terbelah
yang pada suatu malam, saat sang
Raja bersama Istrinya berada di atas
Istana tiba-tiba mereka menyaksikan
Bulan yang terbelah menjadi dua
bagian. Lewat para pengembara dan
pedangang dari berbagai Negeri
asing sang Raja pun akhirnya tahu
bahwa kejadian itu merupakan
Mukjizat Nabi Muhammad yang
berada di Jazirah Arab.
Maka Sang Raja pun pergi menemui
Rasulullah Saw setelah membagi-
bagikan harta kerajaannya dan
menunjuk putranya menjadi
Gubernur serta membagikan
tanahnya kepada para pemimpin
Lokal untuk menjamin kesejateraan
kehidupan Kerajaannya.
Beliau masuk Islam di tangan
Rasulullah Saw yang disaksikan
oleh Abu Bakar Radiallahu Anhu dan
mengganti namanya menjadi
Tajuddin, Sang Raja meninggal
dalam perjalanan kembali ke India
dan dimakamkan di jalan di tepi
Laut Arab. Dikatakan bahwa sang
Raja Muslim ini telah mengirim
Surat kepada para menteri lokal
kerajaannya lewat Malik bin Dinar
sahabat Nabi.
Dalam suratnya Beliau berwasiat
bahwa si pembawa surat ini harus
mendapat perhatian ekstra,
penjamuan dan memuliakannya
serta mengizinkannya untuk
membangun mesjid di Negeri India
pada saat itu. Karena menghormati
Raja Cheraman, Penguasa Kerala
membagun Mesjid (dibangun pada
awal abad ke-7) di Kodungallur
yang dikenal sebagai Masjid Malik
Cheraman.
Sampai sekarang mesjid tersebut
masih ada, seperti yang dijelaskan
oleh Raja Valiyathampuram bahwa
mesjid itu adalah mesjid tertua di
India yang namanya diambil dari
Cheraman Perumal dan Malik Ibn
Dinar, dan digabungkan menjadi
`Masjid Malik Cheraman`. Pemimpin
pada waktu itu memudahkan urusan
Malik Bin Dinar R.a untuk
menyebarkan Islam di India degan
kebenaran Mukjizat terbelahnya
Bulan.
Seperti yang diceritakan bahwa
Malik Bin Dinar wafat di Kasaragod
yang kini bernama Karnataka. Raja
Cheraman dan Malik Bin Dinar
keduanya dikuburkan sisi Laut Arab
di mana satunya di Saalala di Oman
dan satunya lagi ada di Kasaragod
di India. Dengan kata lain, kuburan
mereka terhubung dengan air laut.
Manuskrip Kuno
Juga hal yang sama dialami oleh
bangsa dan kebudayaan-
kebudayaan lain sebagian dari
mereka mencatat keajaiban peristiwa
itu , seperti yang terdapat dalam
manuskrip Madrid dan Manuskrip
Bangsa Maya kuno dalam Ilmu
perbintangan.
http://www.mayalords.org/
http://www.mayalords.org/restfldr/
persia.html
Menunjukkan bahwa dalam
manuskrip Persia ini terdapat
salah seorang Lelaki yang
menunjuk ke arah Bulan Yang
terbelah.
Sejak dahulu bangsa Maya dikenal
sangat mengemari Ilmu Astronomi
dan merupakan salah satu negeri
yang maju dalam bidang ilmu
tersebut. Tetapi dalam salah satu
Manuskripnya menunjukkan bahwa
Mereka (Bangsa Maya) Menganggap
di Bulan telah terjadi gempa dan
memyebabkan terbelahnya Bulan
menjadi dua bagian.
Naskah yang menunjukkan
keadaan Bulan dalam gambar
Telinga kelinci dan wajahnya yang
pecah dan ditandai dengan Simbol
Dewi Bulan.
Persitiwa pembelah Bulan tercatat
dalam Manuskrip Pasir dan India
pada waktu yang berdekatan yaitu
awal abad ke-7 Masehi dan
Sejarawan juga mengatakan bahwa
di salah satu Kuil Kuno di Cina
tertulis mengenai peristiwa itu.
Teks bahasa Inggris:
At the top of page 139 in the 1997
Maya Hieroglyphic Forum, the dot
and bar numbers have been inserted
as corrections for the tops of the
other columns (missing in V and
K’s works). On the basis of the
number sequences, the date of the
first (and, what I am surmising, was
the original change) is 9.9.9.16.0
or the Gregorian date of 9 February
623 (the Julian date calculated the
6th of February, that same year).
Dalam naskah diatas menujukkan
tahun 623 Masehi, sesuai dengan
jumlah waktu menetap Rasulullah
Saw di Makkah sebelum Hijrah ke
Madinah. Rasulullah Saw dilahirkan
pada Tahun 570 atau 571 Masehi,
kemudian hidup di Makkah selama
53 tahun ( 40 sebelum menjadi
Rasul + 13 setelah diangkat menjadi
Rasul )
Jika pada tahun 571 (kelahiran
Nabi) + 53 ( kehidupan Nabi selama
di Makkah sebelum Hijrah)
Atau Tahun 623 Masehi : Jika kita
mulai menghitungnya pada tahun
570 Masehi..Persisi dengan tahun
yang disebutkan dalam Naskah
bangsa Maya di atas, serta tahun di
mana terjadinya Peristiwa
tebelahnya Bulan di Akhir-Akhir
tahun Rasulullah berada di Makkah
sebelum Hijrah
Penemuan ilmuwan NASA
Ilmuwan NASA Telah
mengungkapkan bawah di bulan
terdapat celah dengan panjang
beberapa ratus kilometer, kemudian
mereka pun menemukan beberapa
celah lain di permukaan Bulan yang
sampai sekarang belum diketahui
penyebab retakan terebut, beberapa
Ilmuwan lain beranggapan bawah
celah tersebut bekas dari cairan
Lava hanya saja spekulasi ini
sebatas teori yang tidak terbuktikan,
terdapat Sejumlah besar celah pada
permukaan bulan, dan beberapa di
antaranya mensimulasikan `Retakan
yang tersambung` seolah-olah kita
berada di depan permukaan logam
retak kemudian merapat !, Ilmuwan
NASA menyebut fenomena ini
sebagai: `rilles are still a topic of
research` yang berarti fenomena
celah ini masih dalam proses
penelitian, Bahkan hingga sekarang
pun celah ini masih
membingungkan para ilmuwan
dalam menjelasan penyebabnya, dan
semua teori yang mereka
kemukakan jauh dari kenyataan
gambar yang diperoleh oleh NASA.
Gambar celah yang menyerupai
retakan besar pada Bulan seperti
bagian yang telah terpotong
kemudian bersambung, Ilmuwan
mengatakan bahwa: “ jenis celah
ini sangat jauh berbeda dengan
celah yang terdapat di kerak Bumi
dikerenakan Ukurannya yang
begitu besar dan Aneh bagi kita
( Ilmuwan) dan bertentangan
dengan teori-teori yang kita
ketahui dalam Ilmu Fisika”. Misteri
apakah yang tersimpan mengenai
retakan itu..Bagaimana bisa
terjadi..dan kapan terjadinya?
Hingga sekarang Semua
pertanyaan ini masih terus mencari
dan menanti jawabannya.
Para Ilmuwan NASA telah
memperoleh sejumlah besar gambar
dari fenomena celah di Bulan yang
justru membingungkan para
Ilmuwan untuk menemukan
penjelasan logis atau ilmiah.
Foto bagian Bulan ini diperoleh
dari NASA pada tahun 1969 dari
ketinggian 14 Km dari permukaan
Bulan, menunjukkan bahwa
keadaan celah itu memperlihatkan
efek “Fusi” maka mereka pun
menganggap penyebab efek
tersebut disebebkan oleh cairan
Lava yang keluar dari celah-
celahnya lalu menutupi celah
tersebut. Referensi gambar dan
badan antariksa AS NASA: http://
apod.nasa.gov/apod/image/0210/
rille_apollo10_big.jpg
Ada banyak gambar yang seolah-
olah yang menyimulasikan bekas
las Logam ! para peneliti
kebingungan menyaksikan celah ini,
sebagian berpendapat bahwa pada
jutaan tahun yang lalu terdapat
cairan Lava di permukaan Bulan
yang meninggalakan bekas celah
tersebut, tetapi anggapan itu segera
terbantahkan Karena bekas Lava
yang terdapat di permukaan Bulan
sangat jauh berbeda dengan bekas
Lava yang ada di Bumi, dan tidak
tampak bekas hancur dan ambruk
pada bagian celah Bulan, tetapi
celah ini memiliki sisi yang tajam
seakan bekas retakan. Pada
Umumnya lava yang tedapat pada
gunung berapi sama dengan Lava
yang ada di celah retakan kerak
Bumi akan tetapi terdapat perbedaan
mendasar antara celah Bumi dan
celah Bulan, yaitu bentuk celah
Bulan tampak halus dan Lunak
seakan terbentuk dengan terampil.
Gambar ini diambil oleh NASA,
menyerupai`struktur las Listrik`
seperti yang kita lihat pada dua
potongan logam yang disambung
denga Las listrik, tetapi bekas
sambungan yang ada di Bulan ini
ukurannya sangat besar dan
panjangnya hingga mencapai
ratusan kilometer.
Dalam sebuah laporan yang
diterbitkan oleh American
Geophysical Union pada tahun 1970,
disebutkan bahwa penyebab
terbentuknya Celah pada Bulan
tesebut bertentang dengan teori-
teori yang dikemukakan para
Ilmuwan, dan diantara Laporan itu
terdapat sebuah penjelasan dari
seorang Insinyur bernama Ralph
Juergens yang menjelasakan Bahwa
sebelumnya telah terjadi sengatan
Listrik yang sangat Kuat meyerupai
sambaran Petir yang mengenai
Bulan sehingga menyebabkan
keretakan kemudian retakan itu
tertutupi dan membentuk struktur
las Listrik seperti pada dua
potongan logam yang tersambung
oleh tenaga listrik.
Gambar celah yang panjangnya
125 kilometer dan kedalaman 400
meter dan lebar 1.500 meter.
Seseorang Mungkin berkata:
bagaimana mungkin Bulan bisa
terbelah menjadi dua bagian,
bisakah itu terjadi ? Lalu kenapa
Bulan tidak runtuh ?, bahkan mereka
pun akan berkata : jika benar terjadi,
peristiwa ini sangat bertentangan
dengan Hukum Fisika, gravitasi dan
alam semesta ?
Jadi Kesimpulan dari permasalahan
Ilmiah ini: Bahwa terdapat berbagai
Mukjizat yang tidak dapat ditafsirkan
dengan kekuatan Logika maupun
kemajuan Sains, yaitu Mukjizat yang
Allah Swt Khususkan kepada para
utusan-Nya seperti Mukjizat tongkat
Nabi Musa A.s Yang berubah
menjadi ular dan Nabi Isa A.s yang
dapat menghidupakan orang Mati
atau Mukjizat-Mukjizat yang dimilik
para Nabi dan Rasul yang serupa
dengannya….maka keajaiban-
keajaiban seperti ini mustahil untuk
ditafsirkan secara Ilmiah, karena
hanya dengan imanlah seseorang
bisa menjustifikasikan kebearan
mukjizat itu.
Allah Swt Berfirman:
Kami akan memperlihatkan kepada
mereka tanda-tanda (kekuasaan)
Kami di segala wilayah dan pada
diri mereka sendiri, hingga jelas
bagi mereka bahwa Al Quran itu
adalah benar. Tiadakah cukup
bahwa sesungguhnya Tuhanmu
menjadi saksi atas segala sesuatu?
(Fushshilat : 53)
Sumber referensi:
Penemuan ilmuwan NASA
http://kaheel7.com/modules.php?
name=News&file=article&sid=758
1- Report published in EOS
Transactions, American Geophysical
Union (51), 1970.
2- Hadley Rille on the Moon, seen
by SMART-1, SpaceRef Interactive
Inc July 26, 2005.
3- The Moon and Its Rilles, http://
www.thunderbolts.info/home.htm ,
Dec 19, 2006.
4- A Lunar Rille, www.nasa.gov ,
2002 October 29.
5- Ewen A. Whitaker, Mapping and
Naming the Moon, Cambridge
University Press, 1999.
Bagaimana Islam masuk ke India
http://www.iosworld.org/
interview_cheramul.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/
Cheraman_Juma_Masjid
http://en.wikipedia.org/wiki/
Malik,_son_of_Dinar
Manuskrip Kuno
http://www.mayalords.org/
http://www.mayalords.org/restfldr/
persia.html
Copyright © 2012 eramuslim.com
Media Islam Rujukan
Komentar
Posting Komentar